Tue. Sep 15th, 2026
Tim YBM PLN membagikan masker kepada pengendara roda dua di tengah antrean lalu lintas. Melalui aksi ini, YBM PLN bersama Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar berharap dapat meminimalisasi dampak buruk paparan partikel asap karhutla yang menyelimuti Kota Pontianak.(FOTO/DOK/PLN)

energikita.id — Kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat diwujudkan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat bersama Aliansi Masyarakat Melayu Kalimantan Barat dengan membagikan ribuan masker kepada masyarakat Kota Pontianak.

Aksi kepedulian tersebut dilaksanakan di kawasan Tugu Digulis, Pontianak, Senin (14/9), menyasar masyarakat dan pengguna jalan yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap.

Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus langkah sederhana untuk membantu masyarakat mengurangi paparan langsung terhadap partikulat dan asap yang dapat mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan.

Kabut asap karhutla dalam beberapa hari terakhir kembali menjadi perhatian serius di Kalimantan Barat. Kondisi udara di Pontianak bahkan sempat masuk kategori berbahaya berdasarkan pemantauan kualitas udara pada 12 September 2026. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga telah mengganggu mobilitas dan aktivitas transportasi udara.

Ketua YBM PLN UID Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian YBM PLN terhadap masyarakat yang terdampak kondisi kabut asap.

“Kami melihat kondisi udara di Pontianak dan sejumlah wilayah Kalimantan Barat yang masih dipenuhi asap. Ini bukan hanya persoalan jarak pandang atau terganggunya aktivitas, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat. Karena itu, kami bersama Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar berinisiatif hadir langsung membagikan masker kepada masyarakat,” ujar Mukhlis.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bagian dari kepedulian sosial YBM PLN untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi lingkungan yang kurang sehat.

“Apa yang kami lakukan mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat. Setidaknya masyarakat yang harus tetap beraktivitas di luar rumah memiliki perlindungan tambahan terhadap paparan asap. Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk,” katanya.

Mukhlis menambahkan, penanganan kabut asap akibat karhutla membutuhkan kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran.

Hal senada disampaikan Komandan KILL LPM Kalbar, Afriansyah, yang mewakili Aliansi Masyarakat Melayu Kalimantan Barat. Ia mengatakan inisiatif pembagian masker muncul dari keprihatinan melihat kondisi masyarakat yang harus beraktivitas di tengah kabut asap.

“Kami melihat langsung kondisi di lapangan. Asap cukup tebal dan masyarakat tetap harus beraktivitas, bekerja, berkendara, serta menjalankan kegiatan sehari-hari. Karena itu, kami merasa perlu mengambil bagian dengan membagikan masker kepada masyarakat,” kata Afriansyah.

Menurutnya, kepedulian terhadap dampak karhutla tidak cukup hanya dengan melihat persoalan dari sisi penanganan kebakaran. Perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak asap juga harus menjadi perhatian bersama.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan. Ketika masyarakat menghadapi kondisi seperti sekarang, semua elemen harus mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing. Yang paling penting adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, mengapresiasi langkah YBM PLN UID Kalbar bersama Aliansi Masyarakat Melayu yang turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.

“PLN tidak hanya hadir untuk memastikan listrik tetap andal, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial dan lingkungan di sekitar masyarakat yang kami layani. Apa yang dilakukan YBM PLN bersama Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar merupakan bentuk kepedulian nyata di tengah kondisi kabut asap yang berdampak pada masyarakat,” ujar Maria.

Maria menegaskan bahwa kondisi karhutla juga menjadi perhatian PLN karena kebakaran yang terjadi di sekitar jaringan listrik berpotensi mengganggu keandalan sistem kelistrikan sekaligus membahayakan keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terlebih di sekitar jaringan listrik. Jika menemukan kebakaran atau kondisi yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada pihak berwenang,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan selama kabut asap masih terjadi.

“Kami berharap masyarakat dapat menjaga kesehatan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi kualitas udara. Pencegahan dan kepedulian harus dilakukan bersama,” tutur Maria.

Aksi pembagian masker di Tugu Digulis menjadi bagian dari semangat kolaborasi antara lembaga sosial, komunitas masyarakat dan PLN dalam merespons kondisi lingkungan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Di tengah kabut asap yang belum sepenuhnya teratasi, kepedulian menjadi langkah penting. Bukan sekadar membagikan masker, tetapi mengingatkan bahwa menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah karhutla merupakan tanggung jawab bersama.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *